,
Get paid To Promote at any Location

free counters

  • Web
  • Remo xp
  • cahyo. Powered by Blogger.
    RSS

    Peluru Untuk Obama Seret Pengguna Twitter Dalam Pengawasan


    WASHINGTON (SuaraMedia News) – Para agen Secret Service tengah menyelidiki posting Twitter dari seorang blogger konservatif (pendukung Republik) yang tampaknya ingin menembakkan “peluru” menembus “kepala” Presiden Obama.

    Solomon Forell, nama blogger tersebut, agaknya merasa kesal dengan diloloskannya rancangan undang-undang reformasi kesehatan dan melampiaskannya kepada Obama, presiden kulit hitam pertama AS dari Partai Demokrat.


    Menurut Forell, Amerika Serikat bisa tetap bertahan meski ada pembunuhan (Abraham) Lincoln dan (John F.) Kennedy.



    “Negara ini tetap bertahan setelah pembunuhan Lincoln dan Kennedy, karena itu kita pasti akan bisa melalui yang ini juga.”


    “Kami pastinya akan menembakkan peluru menembus kepala Barack Obama!” demikian dilaporkan oleh kantor berita Jezebel. Forell kemudian menambahkan: “Warga Amerika berikutnya yang mendapatkan posisi bebas (menembak) harus menjatuhkan Obama, seperti halnya menyingkirkan sebuah kebiasaan buruk.”


    Forell kemudian menarik kembali kata-katanya. Kepada kantor berita DailyFinance, ia mengatakan: “Saya sama sekali tidak punya niat, hasrat atau motivasi untuk menyakiti presiden.”




    Gambar







    Ia menambahkan, “Saya tidak bisa membayangkan mengapa kalian tertarik dengan Tweet terbaru saya.” Dia juga menambahkan sebuah Tweet yang berbunyi: “Tidak ada warga Amerika yang baik yang menginginkan sesuatu terjadi pada presiden kita.”


    Forell memiliki sejumlah blog konservatif, termasuk yang diberi judul “Barack Obama adalah hasil pemilihan yang keliru.”


    Juru bicara Secret Service, Max Milien, mengatakan kepada kantor berita DailyFinance: “Kami mengetahui posting tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan.”


    Mengancam presiden adalah kejahatan federal di AS.



    Ancaman Forell dibuat pada hari Minggu pagi waktu setempat dan langsung memicu kehebohan. Tanggapannya? “Kepada orang-orang liberal yang merengek: Tidak ada yang ingin menyakiti kaisar yang berharga. Berhenti merengek. Rata-rata kalian hanyalah lelucon masa kini. #tcot.”


    Tweet Forell menggunakan kode “#tcot” yang merupakan singkatan dari pendukung konservatif utama di Twitter (top conservatives on Twitter). Dalam daftar tersebut, ada banyak pendukung konservatif. Dengan menggunakan tag semacam itu, amat mudah menemukan posting dari siapapun yang menggunakan tag (dalam hal ini, #tcot) di Twitter.


    Beberapa jam kemudian, mungkin karena menyadari betapa seriusnya dampak komentarnya, blogger tersebut menarik ucapannya.


    “Mari kita semua meninggalkan komentar-komentar kasar mengenai presiden AS. Beberapa orang, termasuk saya, telah menggunakan bahasa yang tidak patut. Mari menghentikan perbuatan kasar. #tcot.”


    Pada hari yang sama, setelah Forell memposting Tweetnya, ada warga Amerika lainnya yang juga men-Tweet ancaman pembunuhan Obama. Ia bernama Jay Martin, dan dia mengaku serius menginginkan kematian Barack Obama.


    Pemicunya? Sama dengan Forell, yakni diloloskannya undang-undang perawatan kesehatan dalam sebuah pengambilan suara. Martin kemudian men-Tweet pesan yang berisi umpatan, dilanjutkan dengan kalimat: “Kamu harus dibunuh!!! @ BarackObama.”


    Ketika sejumlah pengguna Twitter lainnya bertanya apakah Martin serius, ia berkomentar: “Sangat serius. Jika tidak merasa demikian, hapus saya dari daftar teman kalian.”


    Ketika masih ada yang menanyakan keseriusannya, Ia menambahkan: “Jika saya tinggal di (Washington) DC, saya sendiri yang akan menembak dia. Sangat serius.”


    Namun, ada yang masih mengira Martin bercanda dan mengatakan ia orang yang lucu. Martin kemudian menanggapi dan memberikan penekanan dengan menggunakan huruf kapital. “Siapa bilang saya melucu? Ketika saya bilang dia harus dibunuh, SAYA SERIUS! Persetan Obama! Persetan FBI! Saya tidak peduli!”



    Ketika ada yang mengatakan bahwa Martin telah dilaporkan kepada FBI, dia berkomentar: “Dan.. saya baru saja dilaporkan kepada FBI….”


    “Jika besok FBI datang mengetuk pintu rumah, saya tidak peduli, saya tidak berbuat kesalahan. Hal itu mungkin malah memberikan kredibilitas jalanan bagi saya,” kata Martin, merujuk pada kredibilitas di kalangan komunitasnya.


    Penggunaan media sosial untuk melontarkan ancaman terhadap Obama bukan yang pertama kalinya terjadi. Bulan Oktober tahun lalu, seorang remaja membuat polling di situs jejaring sosial Facebook dan bertanya apakah presiden AS tersebut harus dibunuh.


    Secret Service kemudian mengatakan bahwa kejadian itu hanya “sebuah kesalahan”, dan remaja yang bersangkutan tidak dikenai tuntutan hukum.


    Mengingat Secret Service tengah menyelidiki Tweet dua orang pengancam Obama, maka hal yang sama belum tentu terjadi pada kasus Forell dan Martin.

    Sumber Beritadunia


    Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    0 comments:

    :nangis :rate :lebay :hoax :nyimak :hotnews :gotkp :wow :pertamax :lapar :santai :malu :ngintip :newyear

    Post a Comment

    Note: Only a member of this blog may post a comment.

    Free Doll 18 Glitter MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com